Kelebihan & Kekurangan Honda BeAT 2020…

ardiantoyugo.com – Setelah sekian lama launching Honda BeAT 2020 terbaru secara nasional, akhirnya saya bisa ketemu juga sama motor paling laris se Indonesia ini… Kebetulan kemarin sempat menghadiri regional public launching di Yogyakarta, meskipun harus touring ratusan kilometer… Cukup menarik karena motor ini merupakan tulang punggung penjualan Astra Honda Motor (AHM) di Indonesia… Melihat secara detail sudah, dan sudah ada beberapa poin mengenai kelebihan dan kekurangan Honda BeAT 2020…

Pada saat press conference dijelaskan secara panjang lebar mengenai motor satu ini… Pada intinya sih perubahan pada bagian headlamp yang menjadi LED, mesin dan rangka pakai punya Genio, selebihnya hanyalah perubahan kecil… Dari segi fitur juga ada yang bertambah yakni adanya socket charger di bagian bawah stang kanan… Namun tidak tersedia pada tipe terendah dan tipe BeAT Street…

Kekurangan Honda BeAT 2020

Menggunakan rangka baru dengan nama eSAF membuat berat Honda BeAT 2020 ini menjadi semakin enteng… Hal ini bisa menjadi dua sisi mata pisau, lebih enteng berarti lebih ringan ketika digunakan di kemacetan… Namun ketika melintasi jalan besar akan terasa ampang, apalagi ketika disalip kendaraan besar… FYI, kalau saya main ke Jogja ternyata banyak juga penglajo dari Purworejo yang pakai BeAT… Dan tentunya akan lebih ampang karena bobot lebih ringan…

Untuk headlamp LED ini sebenarnya bukan merupakan hal baru… Karena untuk segmen skutik entry level, Yamaha Mio S sudah sejak lama menggunakan headlamp LED… Lampu LED lebih terang…?? Iya kalau kondisi malam tanpa hujan… Namun ketika kondisi hujan bakal ampun ampunan… Entah kenapa sekarang baik motor maupun mobil justru pakai LED, bukan projie…

Hasilnya kabel pating tlalang

Lalu untuk fitur power socket alias socket untuk ngisi ulang baterai smartphone… Masih tetep punya Suzuki Nex II yang terbaik karena benar benar sudah menggunakan USB… Sedangkan pada Honda BeAT masih menggunakan model charger lighter seperti mobil, jadi musti beli adapternya lagi… Dan Kalau ngecharge HP harus ditaruh pada konsole box sebelah kiri yang tanpa tutup…

Otomatis kabel akan lalu lalang karena lubang pengecasan ada di sebelah kanan… Selain itu untuk cover penutup pada lubang charger yang katanya ada jalur kabel saya kemarin tidak menemuinya… Jadi usahakan pakai kabel USB yang pipih, karena kalau pakai USB yang tebal bakal sulit ditutup… Dan tidak menutup kemungkinan kabelnya lama lama akan terkelupas… Satu lagi, tuas parking brake lock terlalu gede…

Kemudian satu lagi yang menjadi pembicaraan saya sama temen temen… Ada salah satu temen teknik yang nylekop kalau penggunaan rangka eSAF adalah usaha cost down dalam proses produksi wkwkwk… Tapi hal ini juga sesuai dengan dugaan saya sih… Tapi dua orang yang paham motor dan salah satunya orang teknik memang demikian…

Rangka eSAF sendiri memang berbeda dengan model rangka BeAT lawas… Untuk rangka baru ini merupakan lempengan logam yang dipress lalu dilas di beberapa bagian… Layaknya sebuah rangka monokok pada sebuah mobil… Menurut obrolan saya kemarin memang untuk menekan biaya produksi… Dan satu lagi kekurangan rangka ini adalah ketika terjadi kecelakaan hingga rangkanya kena bakalan susah untuk dibenerin, alias harus ganti baru… Berbeda dengan rangka model lama yang masih bisa dipress kalau penyet…

Sedangkan untuk bagian mesinnya sih saya belum nyoba… Gimana mau nyoba, setelah press conference hujan dan rehat… Setelah hujan reda malah BeATnya dipakai nongkrong sama orang sambi ngobrol sama genk-nya, alhasil gagal nyoba deh… Besok kalau sudah nyoba akan saya update lagi poin poin kelebihan dan kekurangannya…

40 Comments

  1. Dessy
  2. Dessy
  3. A'A
  4. EYD
  5. Aska
  6. Tio
  7. Nadya
    • Toekoel
  8. Ahmpaz
  9. Senyum 75
    • Toekoel
  10. Gilang
  11. Adi Setyadi
  12. Toekoel
  13. Cah Ayu

Leave a Reply