Kemiripan Pesawat Ethiopian Airlines Jatuh dengan Lion Air JT610…

ardiantoyugo.com – Pesawat milik maskapai Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan ET302 dari Addis Ababa, Ethiopia ke Nairobi, Kenya terjatuh sore kemarin waktu Indonesia… Pesawat tersebut direncanakan akan menempuh penerbangan kurang lebih 2 jam… Namun pesawat berjenis Boeing 737 Max 8 tersebut tidak pernah sampai di Nairobi, Kenya… Pesawat narrow body tersebut dikabarkan terjatuh di sekitar Bishofu, Ethiopia sesaat setelah lepas landas… Kabar yang menyedihkan lagi adalah seluruh 149 penumpang dan 8 kru pesawat tidak ada yang selamat dalam insiden ini… Saya langsung teringat dengan tragedi Lion Air JT610 beberapa bulan yang lalu… Karena pesawat Ethiopian Airlines Jatuh memiliki kemiripan dengan Lion Air JT610

Pesawat Ethiopian Airlines Jatuh: Boeing 737 Max 8…

Satu hal yang sangat menarik perhatian adalah pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh kemarin adalah berjenis Boeing 737 Max 8… Pesawat yang baru saja beberapa bulan dikirim ke Ethiopian Airlines, benar benar masih seumur jagung… Hal ini sama dengan pesawat Lion Air yang jatuh di Perairan Karawang pada 29 Oktober 2018 lalu… Pesawat Ethiopian Airlines beregistrasi ET-AVJ dan milik Lion Air adalah PK-LQP sama sama Boeing 737 Max 8…

Foto Boeing 737 Max 8 saat terbang perdana…

Pesawat ini adalah pesawat narrow body terbaru milik Boeing… Untuk seri Max 8 adalah penyempurnaan dari seri 800 Next Generation… Namun banyak sekali perbedaan antara seri Max ini dengan seri Next Generation… Mulai dari mesin untuk seri Max menggunakan CFM LEAP-1B… Selain itu bagian ruang kemudi (cockpit) juga sudah digital banget dengan konsep Power On… Sisi aerodinamika juga berbeda karena seri Max menggunakan winglet terbaru bernama Split Scimitar Winglets… Baca juga: Perbedaan Boeing 737 Max Series dengan Next Generation Series…

Pesawat yang Masih Sangat Baru…

Boeing 737 Max series sendiri memang merupakan pesawat yang masih sangat baru… Pesawat jenis ini baru melakukan first flight pada Januari 2016 lalu… Dan untuk kedua pesawat baik Lion Air PK-LQP dan Ethiopian Airlines ET-AVJ sama sama belum ada 6 bulan… Bahkan Max 8 milik Lion Air baru berumur sekitar 2 bulan…

Flight path dari Lion Air JT610 (PK-LQP)…

Terjatuh di Beberapa Saat Setelah Take Off…

Pesawat Ethiopian Airlines sendiri take off pada jam 05:38 UTC, namun pada jam 05:44 UTC pesawat lost contact… Pesawat naas tersebut baru menjalani sekitar 6 menit penerbangan… Sedangkan untuk Lion Air JT610 take off pada jam 23:20 UTC dan tidak terdeteksi lagi pada jam 23:31 UTC atau baru sekitar 11 menit penerbangan (melalui data FlightRadar24)… Ya, kedua pesawat ini sama sama terjatuh beberapa saat setelah melakukan take off…

Semua Penumpang Tidak Ada yang Selamat…

Ethiopian Airlines ET302 sendiri membawa 149 penumpang dan 8 kru pesawat… Dan kesemua penumpang dan kru pesawat tidak ada yang selamat pada insiden ini… Sama seperti Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Karawang lalu… Lion Air JT610 mengangkut sebanyak 181 penumpang dan 8 awak, semuanya tidak ada yang selamat…

Grafik data penerbangan Ethiopioan Airlines…

Hal tersebut tentunya cukup membuat terheran heran… Bahkan para pecinta dunia penerbangan di dunia maya juga cukup ramai membahas hal ini… Karena memang pesawat yang benar benar baru dan terjatuh dalam waktu yang belum lama… Lion Air jatuh pada Oktober 2018 dan Ethiopian Airlines jatuh pada Mart 2019… Artinya hanya berjarak sekiar 5 bulan saja dengan kejadian yang cukup mirip…

Bila melihat data grafik penerbangan Ethiopian Airlines juga cukup menarik juga… Pesawat sempat naik turun jika melihat data grafik penerbangan dari FlightRadar24… Sebelum akhirnya terjatuh dan membuat semua penumpangnya meninggal dunia… Kita tunggu saja investigasi dari pihak yang berwenang untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan ini… Hasta mañana…

4 Comments

  1. Ya, inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Kita doakan korban dari Indonesia yang juga tewas dalam musibah ini. Demikian juga untuk korban dari negara lain. Mereka semua relawan yang hanya mengabdi untuk kemanusiaan. Amal yang sangat mulia.

  2. “Seri Max 8 adalah penyempurnaan dari seri 800 Next Generation”.

    Sudah disempurnakan koq lebih rawan jatuh?

    Apakah di pesawat ada “down grade” seperti mobil? Misalnya Nissan Serena yg tadinya pake independent suspension, seri yg belakangan malah jadi torsion beam? Atau di motor, yg tadinya electrical DC system terus jadi AC, terus balik lagi ke DC?

Leave a Reply