Honda PCX 2018 Malaysia: Torsi Lebih Gede, Belakang Tromol…

Yeah… Boon Siew Honda Malaysia akhirnya juga memperkenalkan Honda PCX 150 2018 terbaru… Sebelumnya motor matic kelas 150 cc ini memang sudah diperkenalkan di Indonesia sejak awal tahun 2018 kemarin… Namun para penggemar sepeda motor di Malaysia baru bisa menikmati Honda PCX 2018 beberapa bulan setelahnya… Yang lebih menariknya lagi adalah Honda PCX 150 2018 versi Indonesia memiliki lebih banyak fitur jika dibandingkan dengan Honda PCX 2018 Malaysia… Selain itu pilihan warnanya juga lebih banyak karena Honda PCX 2018 Malaysia hanya terdapat tiga pilihan warna saja… Wuih, tentunya para penggemar Honda PCX di Indonesia sangat diuntungkan nih dibanding rider Malaysia…

Boon Siew Honda Malaysia menghadirkan Honda PCX dengan tiga pilihan warna yakni warna hitam, merah, dan juga putih… Ketiga pilihan warna tersebut sama persis seperti Honda PCX 2018 yang ada di Indonesia… Hanya saja di Malaysia tidak tersedia warna glamour gold… Selain itu yang menjadi pembeda adalah Honda PCX 2018 Malaysia masih menggunakan rem belakang tromol… Berbeda dengan Honda PCX versi Indonesia yang sudah menggunakan rem belakag cakram… Untuk fitur selebihnya sih sama persis dengan Honda PCX di Indonesia, hanya saja untuk pasar Malaysia tidak ada versi rem ABS…

  • Lampu depan LED dengan Datime Running Lights…

  • Lampu belakang LED…
  • Velg 14 inch alloy desain seperti PCX Indonesia…
  • Console box dengan power outlet…
  • Speedometer full digital…
  • Honda smart key system…
  • Bagasi bawah jok luas dengan stopper…
  • Idling Stop System (ISS)…

Spesifikasi Honda PCX Malaysia Torsinya Lebih Gede…!!

Untuk spesifikasi mesin sendiri memang tidak jauh berbeda dengan Honda PCX 150 di Indonesia… Keduanya memiliki basic mesin yang sama yakni 150 cc single silinder, berpendingin cairan, SOHC, 2 klep… Tenaga maksimalnya juga sama sama mencapai 14,7 PS atau setara dengan 10,8 kW… Namun Honda PCX Malaysia memiliki trosi yang lebih besar yakni 13,6 Nm… Lebih besar 0,4 Nm jika dibandingkan dengan Honda PCX di Indonesia… Bobot Honda PCX Malaysia juga lebih ringan 1 kg karena penggunaan rem belakang tromol…

ENGINE
Type Single Cylinder, Liquid Cooled, SOHC 4-Stroke 2 Valve
Displacement 149.32 cm³
Bore ✕ Stroke 57.300 mm x 57.907 mm
Compression Ratio 10.6 : 1
Max. Power 10,8 kW (14,7 PS) @ 8.500 rpm
Max. Torque 13,6 Nm @ 6.500 rpm
Engine Oil Capacity 0.9 liter
FUEL SYSTEM
Carburation Fuel Injection (PGM-Fi)
Fuel Tank Capacity 8 liter
ELECTRICAL SYSTEM
Starter Electric Auto Start
Battery Capacity 5 Ah
ACG Output 12 Volt
DRIVETRAIN
Clutch Type Automatic Centrifugal Clutch Dry Type
Transmission Type Automatic (V-Matic)
CHASSIS
Frame Type Double Cradle
Dimensions (L x W x H) 1,923 mm X 745 mm X 1,107 mm
Wheelbase 1,313 mm
Caster Angle 27°
Seat Height 764 mm
Ground Clearance 137 mm
Kerb Weight 130 kg
SUSPENSION, WHEELS & BRAKE
Suspension Type Telescopic (FR)
Twin (RR)
Rim Size 14 M/C x MT2.15 (FR)
14 M/C x MT3.50 (RR)
Tyres 100/80 – 14 M/C (48P) (FR)
120/70 – 14 M/C (61P) (RR)
Brakes Type Hydraulic Single Disk (FR)
Mechanical Leading / Trailing Drum (RR)

Harga Honda PCX 2018 Malaysia Mahal Banget…

Di Malaysia, Boon Siew Honda memang hanya menhadirkan satu varian Honda PCX 201 yakni non ABS… Berbeda dengan Honda PCX 150 di Indonesia yang tersedia varian rem ABS untuk depan… Selain itu harga Honda PCX 2018 di Malaysia juga cukup mahal… Honda PCX 2018 ini di Malaysia dipasarkan dengan harga RM 10,999 atau setara dengan 39 jutaan rupiah… Harganya hampir menyamai Honda PCX Hybrid di Indonesia ya…

Dengan perbandingan harga dan juga fiturnya memang Honda PCX 2018 di Indonesia ini cukup worthed juga ya… Harganya leih murah namun memiliki fitur yang lebih banyak mulai dari rem belakang cakram hingga ada varian ABS… Yagh terlepas dari masalah shock bengkok Honda PCX di Indonesia… Dan lebih sedihnya adalah pabrikannya diem diem bae alias ga ada tindakan penggantian… Hasta mañana…

7 Komentar

  1. Indonesia jelas llebih madju mas daripada Malaysia. Apalagi di era jkw. Cuma sekarang sdh ga ada oorang Malaysia sekolah dimari. Gak kyk doeloe era orde baru

Tinggalkan Balasan