Lava Tour Merapi, Off Road Pakai Jeep (Land Cruiser ding)…

Pesan Merapi...

Yeah… Kembali ke cerita jalan jalan nih, masih di acara Honda Bikers Day 2017 kemarin sebenarnya… Setelah acara puncak yakni pada tanggal 14 Oktober, malamnya rombongan puluhan blogger dan vlogger otomoti se Indonesia langsung meluncur ke daerah Cangkringan, Sleman, Yogyakarta… Menginap di hotel semalaman, entah nama hotelnya apa saya sendiri lupa… Sempet nyesek karena ga ada sinyal plus wifi hotel ditemukan meninggal semua… Pagi harinya langsung persiapan untuk jalan jalan di Kaliurang… Yoi, mau mengadakan Lava Tour Merapi menggunakan Jeep, eh Land Cruiser ding… Selesai sarapan langsung bergegas di depan hotel untuk siap siap cuci mata di sekitaran lereng Gunung Merapi…

Sudah berjejer puluhan mobil Toyota Land Cruiser berpenggerak 4 x 4 yang akan digunakan untuk menjelajahi jalur off road menuju ke beberapa obyek wisata di kawasan Kaliurang… Setiap mobil hanya sanggup diisi oleh 4 penumpang saja plus satu sopir… 1 orang di depan, samping sopir dan tiga orang berada di belakang… Satu persatu Toyota Land Cruiser yang didominasi warna merah langsung meluncur meninggalkan hotel dan menuju ke atas…

Batu Alien…

Melalui jalanan terjal berbatuan cadas menggunakan mobil satu ini jelas nikmat banget… Meskipun badan bergoncang ke kanan dan ke kiri, tapi benar benar menikmati nih… Ada beberapa obyek wisata yang dikunjungi… sebagai pembuka adalah menuju ke Batu Alien… Sebuah batu sangat besar yang kalau difoto dari sudut tertentu menyerupai sebuah wajah layaknya robot di film Transformer…

Mas guide-nya sendiri juga menceritakan bahwa tidak ada yang tahu menahu batu besar ini ikut terbawa arus atau langsung mental dari kawah merapi… Di kawasan ini dulu benar benar tertimbun material muntahan Gunung Merapi yang mengalami erupsi tahun 2010…

Barisan truk penambang pasir Merapi dengan kualitas nomor satu…

Dengan adanya erupsi di Gunung Merapi sendiri memang menjadi berkah tersendiri setelahnya… Pasir Merapi memang dikenal sebagai pasir dengan kualitas jempolan… Terlihat banyak truk truk pasir yang menganti untuk mengangkut pasir dari sebuah penambangan… Oiya, mencermati foto ketiga tersebut saya agak penasaran… Kok sekarang excavator banyak yang pakai Kobelco ya, padahal dulu waktu kecil seringnya lihat Komatsu… Agak ga penting tapi menggelitik bagi saya 😆 …

Lanjut ke Museum Sisa Erupsi Merapi… Di tempat ini dipamerkan sisa sisa keganasan awan panas atau yang juga dikenal sebagai wedus gembel… Rumah rumah pada hancur, perabotan rumah tangga meleleh semua, sapi tinggal kerangkanya saja… Sepeda motor yang habis trondol sampai meleleh juga ada… Kengerian waktu terjadinya erupsi memang benar benar terasa di museum ini…

“Aku ora ngalahan tur yo ora pengen dikalahke. Nangung mesti tekan janjine, mung nyuwun pangapuro nek ono seng ketabrak, keseret, kenter, kebanjiran dan klelep. Mergo ngalang-ngalangi dalan seng bakal tak lewati.” MMSH

Bunker Kaliadem…

Selanjutnya menuju ke Bunker Kaliadem… Bunker ini yang dulu sempat ada dua orang relawan yang terjebak dan meninggal di dalamnya… Sejatinya bunker ini sebagai perlindungan ketika terjadi erupsi secara tiba tiba… Namun kata mas guide-nya sampai saat ini sudah tidak digunakan lagi…

Suasana bunkernya juga nampak ngeri ngeri… Saya mencoba untuk masuk ke dalam bunker, di dalam benar benar gelap gulita tanpa penerangan sedikit pun… Udaranya juga pengap banget meskpun pintu bunker terbuka lebar… Kebayang ketika dua relawan terjebak di dalam dan tertimbun awan panas…

Rumah Mbah Marijan…

Lanjut ke Rumah Almarhum Mbah Marijan… Mbah Marijan sendiri merupakan juru kunci Merapi yang cukup terkenal… Almarhum sendiri meninggal pada erupsi Merapi pada tahun 2010, tepatnya di bulan Oktober… Masih kata mas guide, Mbah Marijan sudah memperingatkan warna sekitar untuk mengungsi… Namun Mbah Marijan sendiri tidak mau ikut mengungsi… Sampai mau dijemput menggunakan mobil dan saat itu juga terjadi erupsi terbesar… Mobil penjemput pun terkena awan panas dan tinggal menyisakan part yang terbuat dari logam saja…

Lava Tour Merapi juga ke Rumahnya Mbah Marijan…

Petilasan Mbah Majiran…

Terdapat juga petilasan dari Mbah Marijan… Kalau tidak salah di sinilah Mbah Marijan diketemukan dalam keadaan bersujud ketika meninggal… Para pengunjung sendiri tidak diperkenankan untuk menaiki atau masuk ke dalam petilasan ini… Namun masih bisa leluasa untuk sekedar melihat dari balik pagar yang tidak terlalu tinggi…

Last, sebagai pengingat saja kalau warga Yogyakarta (termasuk saya sendiri nih), khususnya di Kaliurang memang dekat dengan Gunung Merapi… Setiap waktu bisa saja mengalami erupsi lagi… Namun tentu setelah kepedihan ada kenikmatan kalau kata pepatah… Setelah erupsi maka Merapi mengirimkan ribuan ton pasir dengan kualitas jempolan yang siap ditambang… Tanah pun jadi subur dengan adanya abu vulkanik… Hasta mañana…

2 Komentar

Tinggalkan Balasan