Sensasi Kereta Fajar Utama Yogya, Kelas Bisnis…

Yeah… Ini adalah cerita kelanjutan dari petualangan ke Jakarta yang cuman numpang cuci muka kemarin πŸ˜† … Sebelumnya saya menggunakan Kereta Api Jaka Tingkir kelas ekonomi dari Wates, Yogyakarta ke Pasar Senen, Jakarta… Di Jakarta beneran cuman numpang cuci muka plus sholat subuh dan langsung balik karena memang urusan sudah selesai… Sampai di Pasar Senen jam 3.30 pagi, balik lagi jam 6.15 naik Kereta Api Fajar Utama Yogyakarta ini… Kali ini menggunakan kereta api kelas bisnis karena memang dapatnya tiket ya itu, selain itu habis semua cuy πŸ˜† … Masih dalam keadaan ngantuk berat karena memang belum tidur sama sekali langsung cetak boarding pass dan bersiap naik kereta lagi…

Beli tiket Kereta Api Fajar Utama Yogyakarta ini dengan harga Rp. 260.000, jadi hanya selisih Rp. 30.000 dibandingkan dengan Kereta Api Jaka Tingkir yang kelas ekonomi… Entah Fajar Utamanya yang terlalu murah apa Jaka Tingkirnya yang terlalu mahal, yang penting saya sampai tujuan πŸ˜† … Tapi sempet dikasihani ibu ibu yang sempet ngobrol sebelum naik kereta, katanya beliau dapat harga Rp. 245.000… Katanya sih beliau beli tidak sudah jauh jauh hari, sementara saya H-1 baru beli… Selain itu saya juga dikasihani lagi gara gara dapat gerbong 8 alias paling belakang… Mungkin tampang saja memang penuh dengan aura memelas ya πŸ˜† …

Check in baru dibuka sekitar jam 05.15, itupun keretanya belum nyala… Masih gelap gulita, meskipun sudah diperbolehkan menaiki kereta tapi ya masih panas karena ACnya belum hidup… Setelah menunggu beberapa menit baru lampu lampu nyala, saya juga masih menunggu diluar karena nunggu gerbongnya dingin dulu lah… Sambil menikmati udara Jakarta yang cuman beberapa jam saja saya nikmati πŸ˜† …

Ada yang menghadap belakang…?? πŸ™„

Sekitar jam 5.30 baru naik ke gerbong paling belakang… Kaget juga melihat ada beberapa kursi yang konvigurasinya berhadap hadapan… Konvigurasi lainnya menghadap depan semua, saya sendiri cukup kebingungan… Dan ternyata keadaan dalam gerbongnya jauh lebih baik Kerta Api Jaka Tingkir yang sebelumnya saya naiki… Meskipun kursinya lebih nyaman ini karena lebih empuk, dengan sandaran lebih miring… Sedangkan untuk konvigurasi tempat duduknya tetap 2 – 2… Asli lebih enak ini meskipun joknya lebih sempit namun lebih empuk dan enak untuk diduduki…

Beberapa menit sebelum berangkat dikagetkan dengan ibu ibu yang dengan pedenya menarik sandaran kursi yang berhadap hadapan tersebut ke belakang… Dan taraa, jadilah yang semula menghadap belakang menjadi menghadap depan πŸ˜† … Cukup kaget juga, ternyata setelah saya cek ada engselnya jadi bisa digeser mau menghadap depan atau belakang sesuka hati… Bener bener ndeso ya πŸ˜† , kalau berhadap hadapan untuk rombongan tentu lebih nyaman karena bisa sambil ngobrol santai saat di perjalanan…

Sudah menghadap depan semua…

Setelah saya lihat lihat memang gebongnya lebih baik milik Jaka Tingkir… Gerbong milik Kereta Api Fajar Utama ini tidak memiliki text informasi berjalan dengan lampu LED… Jadi untuk informasi hanya mengandalkan suara dari speaker… Selain itu untuk Fajar Utama juga menggunakan AC split ala rumahan… Namun untuk kenyamanan tempat duduk tentunya jauh lebih baik Fajar Utama lagh, lha wong kelas bisnis kok πŸ˜† …

Saya sendiri begitu duduk langsung berusaha untuk tidur, ya meskipun sulit bagi saya untuk tidur di dalam kendaraan… Namun tidur selama 1 – 2 jam cukup untuk mengurangi mata pedes dan pusing… Kebetulan seat samping saya masih belum terisi jadi bisa menguasai dua seat sekaligus… Terbangun gara gara mas mas pramugara menawarkan bantal… Tidur lagi untuk yang kedua kalinya, terbangun lagi gara gara anak kecil mainan petak umpet di dalam kereta πŸ˜† …

Dua stop kontak untuk dua orang, jelas pas… Namun untuk meja tempat meletakan makanan atau minumannya lebih sempit dibandingkan Kereta Api Jaka Tingkir… Milik Kereta Api Fajar Utama hanya dibuat pas dengan tiga tempat bottle holder saja… Tapi ya tidak terlalu masalah sih karena bisa menaruh barang bawaan di tas atau dimana gitu… Oiya, disediakan juga kantong kresek yang kemungkinan sebagai tempat sampah sementara… Ada satu lagi kekurangannya yakni kaca cendelanya bures… Jauh lebih bersih milik KA Jaka Tingkir…

Saya sendiri tidak memesan makanan karena sudah beli sarapan di Stasiun dan bawa cemilan untuk di kereta… Lumayan menikmati dengan Kereta Api Fajar Utama ini karena cukup nyaman dan saya bisa menikmati pemandangan di luar… Barulah sampai di Jatibarang (sebelum Cirebon kalau dari Jakarta) tempat duduk sebelah saya diisi… Masih tetep ingin mencoba tidur namun memang dasarnya susah sih πŸ˜† … Ya cuman memejamkan mata saja…

Entah sampai dimana, kalau ga ada kabel jelas lebih asik nih…

Sensasi Kereta Fajar Utama Yogya, Kelas Bisnis…

Awalnya sempet khawatir kereta bakalan terlambat sampai stasiun karena selepas Cirebon, Bumiayu jalannya kereta lambat bener… Sampai Purwokerto kalau tidak salah hanya menyisakan waktu satu jam harus sampai di Wates… Namun ternyata sampai Stasiun Wates ga molor molor banget… Dari jadwalnya yang seharusnya datang jam 14.05, Kereta Api Fajar Utama Yogyakarta ini tiba di Wates jam 14.13… Hanya terlambat 8 menit saja, tidak terlalu masalah…

Turun dari kereta bener bener puyeng πŸ˜† … Maklum, lebih dari 16 jam hidup di dalam gerbong kereta dengan guncangan dan suara kereta yang syahdu bener… Sampai di rumah jam 14.30 langsung cuci muka lagi dan langsung tiduran untuk meluruskan punggung… Bener bener terasa nikmat πŸ˜† …Β Hasta maΓ±ana…

3 Komentar

Tinggalkan Balasan