Jalan Daendels yang Sebenarnya, 1000 Km Anyer – Panarukan…

1000 km jalan daendels panarukan

Yeah… Sebelumnya jangan tertawakan saya tentang postingan kali ini… Sebenernya saya sendiri selama 23 tahun ini masih belum bener bener ngerti di mana letaknya sebuah jalan yang cukup terkenal di Indonesia pada masa penjajahan… Jalan yang dibangun oleh Pak Herman Willem Daendels yang juga disebut sesuai namanya yaitu Jalan Daendels… Sebenernya saya sudah mendengar Jalan Daendels sejak SD, SMP, sampai SMA (eh SMA ada ga ya) pada saat pelajaran Sejarah… Namun karena saya benar benar tidak suka pelajaran Sejarah maka pada saat jam pelajaran lebih sering saya main bom boman sepak bola pake kertas bareng temen semeja saya… Yang saya tau tentang Jalan Daendels cuman jalan tersebut menghubungkan dari Anyer sampai Panarukan…

Nah, jika ada yang tanya pada saya Jalan Daendels itu di mana, maka akan saya jawab jalan yang menghubungkan Anyer sampai Panarukan… Anyer itu sebelah mana…?? Sebuah pantai yang ga jauh dari Jakarta… Sementara Panarukan…?? Entahlah… Lebih tepatnya liat saja peta dari pada saya yang jawab malah salah…

Yang membuat saya bingung adalah Jalan Daendels juga merupakan sebuah nama jalan di dekat rumah saya… Namun anehnya jalan tersebut cuman menghubungkan Cilacap sampai Galur, Kulon Progo, Yogyakarta… Saya sendiri pernah menelusuri jalan tersebut sampai Pertanahan, Kebumen dan jalannya hancur berat… Dan saya sempet mikir, “memangnya ini bener bener Jalan Daendels yang terkenal itu ya…??”… Saya sempet ga yakin karena menurut yang saya dengar Jalan Daendels menghubungkan Anyer – Panarukan sedangkan Jalan Daendels yang ada di dekat rumah saya tidak menghubungkan kedua kota tersebut… Oh, mungkin jalan terusan yang lain sudah tertutup oleh bangunan atau jalan lain sehingga menjadi legenda jalan yang hilang (mirip seperti legenda kota yang hilang, Atlantis)…

Dan beruntungnya saya pada usia yang hampir 23 tahun ini akhirnya paham juga mana Jalan Daendels yang sebenarnya… Saya tidak sengaja menemukan 3 foto yang menangkap sebuah monumen tentang Jalan Daendels… Yap, foto monumen 1000 km Anyer – Panarukan ini saya temukan ketika ngubek ubek foto pada stage ke 4 perjalanan Jogja – Bali saya… Saya sendiri tidak ngeh kalau sudah menjumpai monumen 1000 km Anyer – Panarukan yang kemungkinannya menurut saya 99,99% merupakan Jalan Daendels ini… Foto ini diambil oleh temen saya yang sedang membonceng di jok belakang, sementara saya fokus nyetir motor sehingga tidak terlalu memperhatikan kiri dan kanan jalanan…

Dan akhirnya saya tahu kalau Panarukan adalah sebuah Kecamatan yang terletak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur… Sekaligus saya juga tahu kalau ternyata Jalan Daendels itu terdapat di pantai utara Jawa, bukan pantai selatan Jawa…

Saya cukup penasaran tentang Jalan Daendels gara gara menemukan tiga foto yang dijepret oleh temen saya tersebut… Saya ngubek ubek google hampir 30-45 menit untuk mencari tahu Jalan Daendels yang sebenarnya menurut sejarah yaitu sebuah jalan yang menghubungkan antara Anyer dan Panarukan…

Dan penelusuran saya ngubek ubek google dan google image ternyata membuahkan hasil…!! Saya malah lupa gambar di atas sumbernya dari mana :mrgreen: … Tapi jelas ini merupakan sebuah titik terang tentang arti kebenaran Jalan Daendels yang sesungguhnya bagi saya… Ternyata Jalan Daendels dibuat dari Anyer menuju Jakarta – Bandung – Cirebon – Pekalongan – Semarang – Rembang – Surabaya – Pasuruan dan berakhir di Panarukan… Sesuai dengan sejarah yang saya dengar di pelaran pada saat sekolah yaitu Jalan Daendels itu menghubungkan Anyer sampai Panarukan… Dan tentu saja bukan Cilacap sampai Galur, Kulon Progo…

Sialnya jalan di dekat rumah saya juga diberi nama Jalan Daendels… Jika tidak percaya tinggal search saja di google menggunakan kata kunci “Jalan Daendels Yogyakarta”, atau langsung search di google maps “Jl. Daendels”… Maka hasil yang ditampilkan dari penelusuran tersebut adalah sebuah jalan yang cukup lurus yang terletak di pantai selatan Pulau Jawa dan menghubungkan Kota Cilacap sampai Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta…

Entah dulu awalnya siapa yang memberi nama jalan ini dengan Jalan Daendels… Yang jelas cukup mengecoh dan membelokan sejarah karena tetangga saya kalau ditanya Jalan Daendels ya yang ada di dekat rumah saya tersebut… Kalau ditanya, “yakin itu Jalan Daendels yang dibangun Gubernur Hindia – Belanda pada saat penjajahan…??”… Ya pasti akan dijawab dengan mantap dengan kata, “iya”… Tapi saya masih heran kenapa jalan tersebut juga diberi nama Jalan Daendels, bahkan sampai Google pun memberi nama tersebut pada petanya… Entah dulu siapa yang memulai, atau memang Pak Gubernur Herman Willem Daendels juga membangun jalan ini…?? Entahlah, tapi Jalan Daendels yang menghubungkan Anyer sampai Panarukan akhirnya saya paham juga yang mana… Baru paham sekarang, dulu pelajaran sejarah ngapain 😆 …?? Hasta Mañana…

10 Komentar

  1. aku wingi pas ning banyuwangi wingi yo ketemu monumen iki, kebetulan pas aku sik nyopir dadi ra kefoto.. syahdu kae.. dan inilah jalur pantura..
    btw lagi reti aku jebul anyer panarukan lewat bogor karo bandung toh? tak kiro jakarta ngetan bablas.. lha bogor-sukabumi-bandung-cirebon lak gunung, kok ra mepet lor sik datar yo..

  2. Salah satu kemungkinan adalah Pak Gubernur Herman Willem Daendels pernah punya tempat tinggal di jalur Cilacap-Kulon Progo tsb (dugaan saya lho ya).

    Karena jalan sepanjang Anyer-Panarukan sudah terlanjur diberi nama oleh masing2 pemerintah daerah yg dilintasinya, maka “penghormatan” thd Daendels yaaa dg cara spt dugaan saya tadi 😀

Tinggalkan Balasan