TVS yang Mengkis Mengkis Mencoba Bertahan…

TVS Apache 200

Yeah… Menarik sebenernya melihat sepak terjang TVS Motor yang merupakan pabrikan asal India ini… Yagh, meskipun bila dibandingkan dengan empat pabrikan yang cukup berkuasa di Indonesia bagaikan membandingkan bumi dan pluto saat aphelium… Walaupun sebenernya TVS Motor Indonesia tidak redup redup amat dalam hal berinovasi… Baru baru ini TVS Motor Indonesia meluncurkan jagoan barunya sekaligus menjadi produk yang memiliki kasta tertinggi dari semua produknya di Indonesia… TVS Apache 200 4V yang dari segi penampilan jauh lebih keren bila dibandingkan dengan generasi Apache sebelumnya… Soal fitur pun cukup banyak mendapatkan peningkatan… Namun ada hal yang bikin nyesek dari pabrikan motor India satu satunya yang masih bertahan di Indonesia ini…

Bila melhat data distribusi sepeda motor menurut Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI), TVS bener bener mengkhawatirkan… Untuk bulan maret kemarin, TVS Motor Indonesia hanya membukukan angka distribusi motornya sebanyak 187 unit, sedangkan untuk triwulan pertama jumlahnya hanya 441 unit… Jangan dibandingkan dengan Honda yang berhasil membukukan 440.171 unit pada bulan Maret… Tapi bandingkan dengan Suzuki saja lagh yang merupakan pabrikan Jepang dengan distribusi motor terendah diantara keempatnya… Suzuki pada bulan Maret berhasil mencetak angka 5.085 unit… Nah, Suzuki yang merupakan pabrikan Jepang terendah saja masih amat sangat jauh lebih unggul banget (mendramatisir :mrgreen: ) bila dibandingkan dengan TVS yang hanya 187 unit…

TVS Dazz Fi (2)

Melihat data penjualan tersebut memang sangat mengkhawatirkan, bahkan pada bulan januari tahun ini hanya membukukan angka 95 unit, meskipun bulan selanjutnya mulai bertumbuh… Melihat hal ini sepertinya TVS terpengaruhi oleh Bajaj, lo kok bisa…?? Bajaj sendiri merupakan pabrikan India yang pertama hadir di Indonesia, sebelum TVS hadir Bajaj sudah jualan Pulsarnya… Namun sialnya Bajaj ini seenak jidatnya sendiri tanpa pamitan langsung saja main cabut dari Indonesia dan kembali ke negri asalnya… Meninggalkan konsumen yang sudah membeli produknya dan cukup membuat kekecewaan… Masyarakat umum pun bisa dibilang sudah tidak percaya lagi dengan motor India… Ingat, konsumen motor di Indonesia itu sangat amat mementingkan layanan after salesnya… Kalau beli motor India terus pabriknya tutup gimana spare spart dan servisnya…?? Paling tidak itu yang akan terlintas dipikiran konsumen dalam membeli motor…

Yang kedua adalah masih soal Bajaj lagi… Dulu sebelum Bajaj minggat dari Indonesia, dia memberikan diskon yang cukup besar pada jajaran Pulsar seriesnya… Bisa dibilang semacam clearance sale, cukup banyak juga yang beli karena ga tau kalau Bajaj mau cabut dari negara ini… Begitu Bajaj cabut, selang beberapa tahun produk Bajaj hadir lagi dengan Pulsar 200 NS… Meskipun yang jual Kawasaki, masyarakat sudah pada tahu kalau PULSAR itu merupakan motor India, bukan Kawasaki… Pulsar 200 NS pun seperti dijual setengah hati oleh Kawasaki dan akhirnya juga ga laku dan ga mencapai target penjualan… Apa yang terjadi selanjutnya…?? Diskon besar besaran…!! Motor yang awalnya dibandrol dengan harga 20 jutaan lebih didiskon habis habisan sampai ada yang hanya menjadi 15 juta…

Dari kasus kedua tersebut jelas juga mempengaruhi produk dari TVS… Terjadinya diskon besar besaran pada Pulsar seolah olah memberikan citra kalau produk India harganya harus jauh lebih murah dari produk Jepang… Harga TVS Apache 200 4V yang di bandrol 23an juta pun keliatan sangat mahal untuk ukuran motor India… Padahal saya sendiri cukup akrab dengan TVS Apache 160… Saya pikir TVS Apache cukup pantas untuk menghargai motorya sedikit lebih mahal dibandingkan dengan Pulsar… Build quality TVS Apache jauh lebih unggul bila dibandingkan dengan pulsar terutama soal las lasannya… Belum lagi soal material nampak pada mesinnya TVS Apache lebih kuat dibanding material Pulsar… Last, melihat sepak terjang TVS motor memang cukup mengkhawatirkan ditengah gempuran pabrikan Jepang yang menguasai… Tapi setidaknya TVS masih bertahan memberikan pelayanan after sales kepada para konsumennya… Yagh walaupun katanya dealernya banyak yang tutup, tapi di Kota Wates, Yogyakarta yang tergolong kota kecil sendiri masih ada tuh… Hasta MaƱana…

12 Komentar

  1. Saya sangat suka touring udah coba beberapa motor gede merk Jepang, tpi dari awal muncul tvs udah jatuh cinta hanya aja domisili saya d jambi, kwatir after sales dan juga dealer ya gak ada?, Ada saran ?

  2. Saya bukan pengguna TVS, tapi dari dulu pingin punya TVS Apache (Cuman uangnya yang belum ada :P). Mudah-mudahan ke depan merk TVS bisa lebih melekat di benak konsumen.

  3. dealer di pulau jawa minim jumlahnya,,,banyak yg tutup sdh lama

    klo ingin jualannya greget yaa tambah dealer di pulau jawa,,,

    mungkin efek Bajaj juga sih keknya,

  4. sebagai pemain baru mungkin strategi yang dipakai pasang harga murah dulu, memang sulit (bukan tidak mungkin ya) pemain baru tiba2 harga setara pemain lama..mungkin bisa dicontoh strategi xioami pemain baru di HP, kualitas bagus harga murah bisa dengan mudah diterima banyak orang walau service center blm jelas ..tapi makin lama terbukti sudah mulai banyak memilih xiaomi dengan pertimbangan harga & kualitas yang pantas

  5. Yang jelas harga apache 200 terlalu mepet mopang,klo harga kayak apache sebelumnya pasti masuk pertimbangan,mungkin kemahalan ban pirelli.

Tinggalkan Balasan