Tawangmangu, Spot Asik Kalau Pas Mudik…

cemorosewu

Yeah… Ada spot menarik untuk disinggahi ketika melakukan ritual mudik dari Yogyakarta ke Surabaya maupun sebaliknya… Karena lewat Sragen – Ngawi sudah bosen maka sudah sekitar 3 kali ini saya melalui jalur tengah yaitu melewati kaki Gunung Lawu alias Tawangmangu… Dengan konsekwensi jalan yang naik turun sehingga motor harus benar benar prima kalau tidak ingin ngeden waktu melibas tanjakan :mrgreen: … Jalurnya ga begitu rumit, waktu pertama kali lewat sini dulu pakai Suzuki Smash (klik di sini)… Sampai di jembatan Palur tinggal lurus saja ke timur terus, oh ya sekarang jembatan Palur sudah bisa dilalui dari arah barat menuju ke Tawangmangu maupun sebaliknya… Kemaren pakai Apache sempet teriak teriak kegirangan pas melewati atas jembatan 😆 …

Berangkat dari rumah sekitar jam 7 lebih dikit, mampir di Jl. Slamet Riyadi untuk makan bakso, padahal dari rumah juga sudah sarapan… Sampai di spot favorit yaitu plang permanen yang menunjukan perbatasan antara Tawangmangu, Jawa Tengah dan Magetan Jawa Timur… Memilih spot ini untuk rehat sejenak karena di sini cukup banyak penjual bakso (atau disebut dengan pentol)… Dan makan lagi lah kami berdua di sini sambil menikmati dinginnya kaki Gunung Lawu…

Sebelum sampai di spot ini akan disajikan pemandangan keren yang ada di sisi kanan jalan… Saya memilih jalan lama (non alternatif) konsekwensinya tanjakan sangat tajam tapi bisa melihat arah bawah yang sangat keren…

Sawah yang baru ditanami padi bener bener menambah suasana seger, apalagi backgroundnya berupa perbukitan perbukitan yang juga ditanami sayur manyur… Kebanyakan sih pada bertanam kentang dan kol di perbukitan, wortel sepertinya juga ada… Stroberry hanya beberapa saja dan kebetulan kemaren lewat kebun stroberry yang pernah saya kunjungi (klik di sini) ternyata lagi ada perombakan tanaman, mungkin tanaman stroberrynya lagi diganti biar menghasilkan buah yang mantep…

Tidak hanya itu, tata letak rumah penduduk juga keren bila dilihat dari atas yang nampak naik turun… Tapi sayang sekali kabut sudah mulai turun padahal baru menjelang siang… Oke, ga banyak berhenti karena kuatirnya kena hujan yang bisa membuat repot nantinya…

Wisata Tawangmangu
Botol Whisky cuman pajangan, milik temen yang isinya air mineral… :mrgreen:

Sialnya kemaren mudik pakai Apache pas masih musim hujan, meskipun ga kena rintangan berupa hujan tapi kabut yang turun cukup membuat syahdu… Cukup lama di sini, sekitar 1 jaman dari jam 10an… Karena memang suasananya bener bener enak, khas pegunungan…

Tawangmangu

Cocok buat bersantai sebenernya, tapi perjalanan masih cukup jauh sehingga musti melanjutkan perjalanan menuju ke Kepanjen, Malang dan selanjutnya ke Surabaya… Sekitar jam 11 siang melanjutkan perjalanan lagi menuruni kaki Gunung Lawu ke arah Magetan lalu Nganjuk – Kediri – Blitar – Kepanjen… Tapi bener bener diluar dugaan, kabut bener bener turun dengan luar biasa… Jarak pandang bener bener bikin nyesek, paling cuman 10 meteran ga sampek… Bener bener menahan napsu untuk cepat sampe dari pada harus dlozor malah bisa berabe…

Cukup panjang juga jalanan yang tertutupi kabut namun cukup sukses juga melibas jalanan tersebut, yagh meskipun musti ekstra hati hati sambil sesekali bunyikan klakson… Tapi cukup keren juga kalau ada kabut yang turun, perjalanan jadi lebih greget karena agak syahdu gimana gitu :mrgeen: … Last, bagi yang melewati Tawangmangu dijamin cocok untuk rehat dulu sejenak dan menikmati pemandangan khas Gunung Lawu… Mau berwisata juga bisa, ada Grojogan Sewu dan Telaga Sarangan di Magetan yang jadi andalan… Selain itu juga ada wisata lain, kemaren sempet lihat ada tebing yang bertuliskan Taman Balekambang… Pernah denger sih, tapi belum pernah ke sana… Oke, cerita berlanjut ke seri berikutnya, dijamin cukup panjang cerita ritual mudik kali ini… Hasta Mañana…

8 Komentar

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Stage 3: Kediri Menuju Blitar - Kepanjen - Surabaya... - Ardiantoyugo
  2. Step 2: Tawangmangu - Madiun - Nganjuk - Kediri... - Ardiantoyugo

Tinggalkan Balasan