Flight Test Airbus A320, Jajal Nyetir Baby Airbus…

Ngeblog on board... :mrgreen:

Airbus A230 cockpit

Yeah… Karena test ride dan test drive sudah terlalu mainstream belakangan ini, saya pun melakukan test fly atau flight test atau apalah itu namanya… Namanya juga wong kentir, flight test kali ini saya mencoba produk dari produsen yang mempunyai home base di Toulouse, Perancis… Siapa lagi kalau bukan Airbus, si produsen pemilik pesawat super jumbo jet Airbus A380… Tapi jelas bukan Airbus A380 yang akan saya coba setir kali ini, melainkan si baby Airbus a.k.a. Airbus A320… Yup, setelah mengurus segala tetek bengek yang berkaitan dengan ijin terbang maka langsung saja menuju apron dimana pesawat yang akan saya setir berada… FYI ini adalah pengalaman pertama saya nyetir Airbus A320 karena sebelumnya pake Boeing 737…

Nunggu para mekanik selesai melakukan check up dan boarding selesai sambil ngucek ucek mata… Karena ini adalah first flight di hari itu… Langsung masuk ke cockpit ah… Terlihat memang berbeda jauh bila dibandingkan dengan Boeing, bahasa mudahnya instrumennya beda… Lagi pula setirnya juga beda, kalau Boieng 737 pakai yoke sedangkan Airbus A320 pakai side stick… Oke, sudah paham karena sebelumnya kan sudah dapat pelatihan dulu :mrgreen:

Rutenya dari WAHH to WARR alias dari Adisucipti ke Juanda… Boarding selesai, request untuk ke runway dan backtrack… Karena di Adisucipto taxiway ga bisa langsung ke ujung runway 27, jadi musti backtrack… Setelah sebelumnya nyatet metar dan input data penerbangan di MCDU… Oke, runway is clear ready for take off dan ATC pun mengijinkan… Langsung dorong thrust pol mentok dan mesin CFM 56 seri-5 pun mengeluarkan kemampuannya…
image

Selanjutnya seperti biasa lah, landing gear up, turunkan kecepatan biar ga overspeed dan menuju altitude yang sudah diset… Sampailah di FL360 alias ketinggian 36000 feet sambil ngobrol ngobrol sama F/O… Cuaca CAVOK men, alias Ceiling and Visibility OK, bener bener suasana seger…

Setelah melayang layang di udara ga sampe sejam tiba juga persiapan mendarat alias landing… Reques untuk landing tapi disuruh go arround karena runway sibuk dan cuaca di Juanda cukup syahdu yakni hujan tipis… Oke sudah diijinkan untuk mendarat karena runway sudah lega… ILS (Instrument Landing System) aktif dan mulai approaching… Dan akhirnya landing yang ga terlalu smooth karena terjadi windshear, ga tau penumpangnya pada bilang apa di cabin :mrgreen:

Berikutnya menuju taxi untuk parkir di apron… Yang dorong thrust sedikit saja dan saatnya mainkan pedals… Yup, pake dua pedals yang ada dibawah… Tinggal dorong saja kedepan untuk belok sesuai taxiway… Sampai juga di apron dan cukup sukses juga penerbangan pertama dengan baby Airbus… Perubahan dari penggunaan yoke ke side stick ga terlalu kagok juga, cukup nyaman…

Simple mana bila dibandingkan dengan Boeing 737 generasi Next Generation…?? Simple Airbus A320 menurut saya… Yah bagi yang pernah merasakan keduanya pasti tau, bahkan ada meme yang membandingkan Boeing VS Airbus VS Embraer di cockpitnya… Terlihat Boeing terlalu rumit dan Embraer sangat simple, yah itu cuman buat guyonan saja… Last, semoga besok kesampean nyetir si super jumbo jet Airbus A380 atau pesawat paling baru dari Airbus yaitu A350 XWB… Hmm, sebentar lagi muncul A330neo sepertinya menantang juga tuh… Semoga Garuda Indonesia jadi order ya… Oiya, tips dari saya jangan terlalu serius, agak santai sazaa… Hasta maΓ±ana…

27 Komentar

  1. bagi saya si lebih enak bawa Boeing, karena instrument di dalam kockpitnya detail banget “makannya di bilang ribet” hehehe..

    kenapa saya bilang lebih enak..
    karena di bagian instrument Altitude, Heading, Verical speed, Autopilot dan sejajarnya :v
    lebih enak di lihat dan di mengerti.
    contoh : pas kita mau seting Alttitude bisa langsung kita lihat, altitude yang kita input berapa, dan juga besaran Vertical speednya bisa kita lihat di samping scroolnya πŸ˜€

    tapi kalo Seri boeing agak cape juga kalo di terbangkan oleh 1 orng saja, memang harus 2 orang.
    hehehe..

    • The Embraer 170/190 series were developed by Embraer S.A. of Brazil as regional jets. Kawasaki participated in the development as a risk-sharing partner, responsible for designing the center section, the wing leading edge, the wing trailing edge, the flight control surfaces and the engine pylon for the Embraer 170/175 series, and for designing the center section and the entire wings for the Embraer 190/195 series. Even today, we continue to manufacture composite flight control surfaces and other components for the family of aircraft.
      As of the end of March 2010, a total of 625 units were operated by 57 airlines around the world, including Japan Airlines and Fuji Dream Airlines of Japan.

Tinggalkan Balasan