Gunung Kukusan, Jawa Tengah, Wisata Menggapai Awan…

Gunung Kukusan, Jawa Tengah

Yeah… Waktunya jalan jalan lagi karena mumpung lagi liburan pas hari Senin, hari yang biasanya menjadi musuh banyak orang… Dalam rangka Tahun Baru Imlek 2567 ada acara muter muter dengan teman geng SMP… Yagh, mumpung lagi pada kumpul meskipun kurang satu… Jadi kita berempat yang haus akan liburan ini langsung menentukan tujuan yaitu di Pegunungan Menoreh… Tapi kali ini Pegunungan Menoreh bagian utara yang lebih dekat dengan Kabupaten Magelang… Langsung saja meluncur menggunakan Toyota Innova tahun 2015, mau di jual tuh mobilnya, kalau minat pm :mrgreen:

Sebelumnya pada kepengen ke Embung Banjaroya, saya sendiri belum pernah ke sana… Hanya mengandalkan koordinat yang didapat dari google saja dan modal tancap gas… Tapi setelah saya bercerita kalau ada wisata kebun teh di Kulon Progo langsung berubah arah… Karena Embung Banjaroya adalah waduk buatan, yagh pada kepengen wisata yang alami gitu katanya… Ya sudah, berhubung saya masih ingat jalannya maka saya ambil alih rute perjalanan… Perempatan Dekso belok kiri dan langsung tancap…

Sampai Kebun Teh Nglinggo, Kulon Progo udara seguk semriwing karena tadinya memang agak gerimis gerimis syahdu… Tapi begitu jalan ke kebun tehnya pertanda agak ga mengenakan datang… Yaitu kabut mulai menyerbu dan membuat udara jadi tambah dingin… Jarak pandang pun semakin minim…

Tak mau buang buang waktu, kita berempat langsung menuju Gunung Kukusan… Bebeda dengan Kebun Teh Nglinggo yang masih berada di wilayah Kulon Progo, Yogyakarta, Gunung Kukusan sendiri sudah memasuki wilayah teritorial Kabupaten Magelang, Jawa Tengah… Batas kedua tempat wisata ini hanya berupa jalan aspal yang lebarnya mungkin kurang dari empat meter…

Oke, Tiket masuk ke Gunug Kukusan per orang cuman dua rebu rupiah… Dari Kebun Teh Nglinggo jalan melalui jalan setapak yang lebarnya cuman satu meteran… Awalnya sih jalanan masih oke oke saja, belum menanjak ke puncak gunungnya… Masih pada guyonan sambil menikmati perjalanan syahdu menuju puncak Gunung Kukusan…

Tapi begitu tanjakan terlihat dan mulai dilalui satu persatu, pada hening dan hanya terdengar suara napas ngos ngosan :mrgreen: … Bah, ternyata cuman keren di awal, ketika jalan menanjak langsung pada minta time out ๐Ÿ˜† … Beruntung di tengah jalanan menanjak disetiakan tempat duduk bagi yang ingin beristirahat sejenak…

Setelah menahklukan tangga demi tangga sampe ngosngosan akhirnya tiba juga di puncak… Namun sayang sekali, kabut yang sejak tadi menyerang malah semakin menebal dan membuat jarak pandang semakin berkurang… Rencana bisa melihat Kota Magelang, Candi Borobudur dan sekitarnya dari atas pun sirna… Hanya terlihat gumpalan kabut yang memutih dan semakin pekat…

Kabutnya tebal banget...
Kabutnya tebal banget…

Baru saja bersantai sejenak tapi jarak pandang sudah bener bener kacau danย  uap air pun menyatu menjadi butiran butiran air yang menerpa wajah… Suara sirine dari pengelola pun terdengar dan dihimbau untuk turun dari puncak karena cuaca yang sudah tidak lagi bersahabat untuk berwisata… Takutnya pas turun malah terjadi hal hal yang tidak diinginkan…

Berhubung sudah males untuk kembali ke puncak lagi karena napas sudah ngosngosan, maklum semangat muda tapi napas tua… Akhirnya kita berempat memutuskan untuk kembali, tapi ketika ditengah jalan mencium arema mie hangat dari warung kok sepertinya enak… Langsung pada mampir ke warung dan pesen mie panas, berhubung menjunjung tinggi perekonomian kemasyarakatan maka nglarisi warga sekitar… Ketika mie panas yang menggoda dihidangkan langsung pada berebut alat makan dan mode senyap aktif… Saya sendiri sampe heran, sadar mengenai hal ini langsung ambil kamera dan cekrek aplot ๐Ÿ˜† …

Baru saja jalan beberapa langkah keluar dari warung mie, ketemu penjual cilok dan borong cilok juga… Sampe bapak pedagangnya kualahan, dengan semangat dan senang hati memberikan pelayanan… Mungkin memang jalan menanjak ke Gunung Kukusan tadi menguras banyak energi sehingga turn turun langsung kelaparan ๐Ÿ˜† … Tapi sayang sekali cuaca sedang tidak bersahabat, kabut turun cukup tebal sehingga mengganggu jarak pandang… Tak lama pun kami langsung tancap gas lagi… Tapi masih ada wisata satu lagi yang tidak kalah asik meskipun haru sudah sore, akan saya ceritakan pada artikel berikutnya… Untuk cerita ke Kebun Teh Nglinggo dan Gunung Kukusan versi cuaca bersahabat bisa dilihat “di sini“… Hasta maรฑana…

1 Komentar

Tinggalkan Balasan