Indonesia Sudah Bisa Rakit Part dan Sistem Avionik Lho…

Sepertinya radar petahanan...

Multi-Purpose Display...

Yeah… Sebenarnya cukup menarik mengikuti perkembangan dunia aviasi saat ini… Berbagai negara berlomba lomba untuk saling mengembangkan teknologinya masing masing… Tidak mau kalah, Indonesia pun sebenernya cukup menguasai dalam dunia aviasi… Dan tidak disangka pada saat saya ke Surabaya kemarin dan hadir di Pameran Prduksi Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementrian Perindustrian di Grand City Mall Surabaya, ada salah satu stand yang tidak biasa… Yap, stand tersebut mempertontonkan beberapa simulator cockpit pesawat seperti Hawk dan CN-235… Langsung saja saya mengunjungi stand tersebut, karena memang langsung keliatan dari pintu masuk hall…

Awalnya saya pikir ini adalah stand dari PT Dirgantara Indonesia yang memamerkan pesawat N250 Gatotkaca dan kawan kawan… Tapi ternyata adalah stand milik InfoGlobal yang berkantor masih di wilayah Surabaya… Masih berkaitan dengan dunia aviasi, jelas lah la wong yang didisplay adalah cockpit pesawat dan radar… Ternyata InfoGlobal adalah salah satu perusahaan yang merakit cockpit pesawat… Saya sempet tanya tanya kepada bapaknya ternyata perusahaan satu ini sudah banyak merakit instrumen instrumen penerbangan pada pesawat… Meskipun komponen komponennya masih banyak yang impor, seperti LCD dan lainnya…

Cockpit CN-235... :cool:
Cockpit CN-235… 😎

InfoGlobal telah merakit instrumen penerbangan mulai dari pesawat tempur Hawk 100 dan 200 (pesawat udah tuwir bingit), Casa PatMar (Patroli Maritim) NC212, F-5 Tiger, sampai F-16… Mendengar F-16 memang saya sendiri sedikit kaget, tapi saya tidak salah dengar… InfoGlobal sudah bisa merakit beberapa instrumen penerbangan pesawat tersebut mulai DVR (Digital Video Recorder) dan lainnya… Bahkan untuk merakit MDP (Multi-Purpose Display) yang berfungsi untuk menampilkan navigasi, route map, ILS, altitude, airpseed dan sebagainya seperti foto atas pun bisa…

Sepertinya radar petahanan...
Sepertinya radar petahanan…

Tidak hanya itu, perusahaan ini pun juga menampilkan sistem radar, sebenernya saya awam banget soal yang satu ini… Seperti foto di atas, sepertiny aadalah radar untuk pertahanan, nampak radar di sekitar Pantai Congot (dekat rumah) juga tercover… Setelah saya sibuk untuk utak utek radar dan lumayan bikin pusying, malah dikira paham radar sama penjaga standnya :mrgreen:

Last, sebenernya Indonesia sendiri sudah cukup mampu untuk mengembangkan teknologi di dunia aviasi sekalipun… Bahkan terciptanya wujud pesawat N250 dan R-80 adalah bentuk nyata dari semua itu… Namun yang membuat Indonesia sampai saat ini belum juga sangat menguasai dalam bidang aviasi adalah banyak faktor eksternal yang menghalangi… You know lagh apa yang saya maksud :mrgreen: … Bapak penjaga stand pun ketika saya beri pertanyaan, “Lalu kenapa kok Indonesia belum juga buat pesawt sendiri secara masal…??” menjawab sambil mengerutkan dahi dan dengan jawaban yang serupa dengan apa yang saya pikirkan… Dan sebenernya Indonesia itu bener bener sudah bisa kok, saya yakin itu, meskipu masih perlu belajar lebih banyak lagi… Ingat kasus mobil listrik yang konyolnya tak lulus uji emisi…?? Hasta maΓ±ana…

15 Comments

    • Kalau mobil Esemka kan benar-benar ngerakit Mobil China merek Foday, sampai-sampai cuma grillenya saja diganti jadi ada lambang rotary club. Sukiyat sendiri juga sudah bilang kalau itu Mobil China

  1. Indonesia bisa..cuma yg menghalangi bnyk..asemm semua..pasti tidak lulus uji komisi. Ujungnya dh kebaca..ayo gerakan pemuda bangkit kt gebrak dgn karya dalam Negri.

  2. itu semuanya simulator mas g ada perangkat avioniknya sama sekali, soalnya saya mantan pegawai infoglobal dan sekaligus mantan perusahaan saingannya juga dan pernah mrogram yg begituan juga

  3. kalo rakit doank mah indo da mahir, yg lum dikuasai tuh teknologiny, sistem dan software….. smuanya itu butuh dana riset yang tidak sdikit, pdahal tau sndiri kan dana risetny kita minimalis….

    • Utk contoh kasus avionik diatas, maka Info Global sudah lumayan dalam hal “know how”, teknologi (hardware/software), etc….

      Lain lagi ceritanya kalau di level unit pesawat utuh (oleh Pt DI) πŸ™‚

    • Utk avionik, Info Global setahu saya sudah cukup meguasai “dapur” dan “jeroan” nya
      Tapi kalo sampai level unit pesawat utuh, it is another story πŸ™‚

  4. Potret negara yang sangat ironis, bahkan seorang Habibie pun “terbuang” di Jerman. Hanya karena ulah sekelompok kecil orang yang kebetulan berkuasa, yang sialnya dipilih sendiri oleh rakyat (bodoh? tertipu? atau ada alasan lain?) dan semakin bertambah kesialan negara ini ketika kelompok kecil orang2 ini justru menjadi antek2 yang rela menjual negaranya pada pihak asing demi memuaskan nafsu duniawi mereka

Leave a Reply