Mudik dengan KA Gaya Baru Malam, Seru Juga Ternyata…


Yeah… Cerita tentang pengalaman mudik balik dari Surabaya kemarin… Bila biasanya naik bus atau kendaraan pribadi, kini giliran mencoba naik kereta api… Sebenernya dulu pernah mudik naik kereta api, tapi sudah lama banget, waktu itu masih sewaktu sma… Dan ternyat suasana mudik dengan kereta api dulu dan sekarang bener bener berbeda… Bila dulu berdesak desakan bahkan banyak penumpang yang berdiri, dan diperparah dengan pedagang dan pengamen yang ga ada habisnya, kini lebih tertata lagi… Saya sendiri menggunakan kereta api ekonomi Gaya Baru Malam rute Gubeng, Surabaya tujuan akhir Pasar Senen, Jakarta, namun berhenti di Stasiun Wates…

Sebelumnya pesen tiket beberapa hari sebelum keberangkatan, langsung di stasiun… Dan sebenernya mau naik kereta yang agak pagian, ada Pasundan yang berangkat jam 8.15 dan Logawa berangkat jam 9.15, tapi sudah habis semua… Tinggal Gaya Baru Malam berangkat jam 12 siang, dan tiketnya paling mahal, tapi juga paling cepet, ga sampai 6 jam… Tiket kereta api Gaya Baru Malam 110 rebu, sepertinya jauh dekat sama saja sepanjang Gubeng-Pasar Senen…


Yang menarik waktu naik kereta adalah bisa menikmati pemandangan yang ijo ijo, itung itung cuci mata… Karena bisanya kalau naik bus atau kendaraan pribadi pasti pemandangannya jalanan aspal dan kendaraan lain… Kalau naik kereta pemandangannya bersih, namun sayang kaca jendela keretanya bures, jadi kurang enak untuk memandang keluar…

Meskipun Gaya Baru Malam merupakan kereta api ekonomi, namun sekarang sudab filengkapi dengan AC, jadi ga kepanasan lagi… ACnya cukup dingin kok, distel 16 derajat, tapi jangan berharap bisa mendapatkan suhu ruangan 16 derajat mengingat lagi didalam gerbong besi… Dan yang parahnya lagi pintu antar gerbong kereta tidak bisa tertutup rapat, jadi udara dingin dari AC masih ngowos keluar… Selain terdapat AC juga terdapat fitur lain yaitu colokan/stop kontak… Sederhana namun berasa manfaatnya karena sekarang ini kebanyakan kalau berpergian selalu mengandalkan peralatan elektronik terutama handphone… Dan tidak jarang pula banyak orang yang kehabisan daya listrik ditengah perjalanan… Jangan khawatir, ada stop kontak yang bisa dimanfaatkan oleh semua penumpang… Terletak dibawah meja kecil di samping gerbong…


Berhubung saat ini sudah tidak diperbolehkannya pedagang asongan masu kereta, maka jangan kuatir kalau kelaparan saat diperjalanan… Para petugas kereta memberikan full service makan yang hampir setiap 20 menit sekali pasti ada yang menawarkan makan keliling… Ada juga makanan ringan, minuman, serta bantal, karena dalam setiap rangkaian kereta memang selalu ada gerbong khusus restoran… Saya sendiri mencoba membeli air mineral di gerbong restoran, harganya cukup wajar yaitu 3000, kalau untuk makan belum tahu soal harganya…

Sepanjang perjalnan Surabaya sampai Jogja sendiri bener bener lengang… Saya berdua duduk di nomer 6A dan 6B cukup leluasa sekali sampai samai bisa tidur terlentang karena kursi untuk 6 orang cuman terisi 2 orang :mrgreen: … Pokoknya bener bener like a boss lagh :mrgreen: … Namun ketika sampai di Lempuyangan langsung bruk penuh prnumpang… Suasana yang tadinya tenang dan nyaman berubah menjadi ruame dan sumpek… Banyak penumpang yang naik dari Stasiun Lempuyangan, dan cukup lama sekali berhenti disini… Untung saja Stasiun Wates tinggal beberapa menit lagi, jadi ga enaknya cuman sebentar :mrgreen:

Tiba di stasiun Wates jam 5.50, cukup tepat waktu, ga sampai 6 jam perjalanan… Impresinya kalau naik kereta dengan keadaan ga terlalu ramai benrr bener asik dan lebih menyenangkan dari pada naik bus… Namun kalau sudah banyak penumpang sih masih mendingan naik bus, karena kalau naik bus dengan penumpang full pun itungannya masih lebih nyaman… Tapi perjalanan mudik naik kereta kali ini cukup sukses serunya karena dari Surabaya sampai Jogja bener bener lengang tidak penuh sesak umpel umpelan… Saran untuk PT KAI semoga lebih bisa memperbaiki kinerja dan pelayanannya lagi… Masih ada beberapa poin yang menjadi kekuragan seperti kursi yang sudah pada jebol, air AC netes, pintu tidak tertutup rapat, atau yang lainnyya… Tapi ila dibandingkan jaman SMA dulu sudah lebih banyak berbenah kok… Hasta manana…

7 Comments

  1. awal bulan kemaren ke jakarta naik tawang jaya.
    & ternyata banyak perubahan dari terakhir aku naik th 2012.
    bebas asongan, & yg paling penting ya fitur stop kontak.
    pas aku liat rata2 gak ada colokan yg nganggur 😀

1 Trackback / Pingback

  1. Sensasi Kereta Jaka Tingkir Solo - Jakarta (Pasar Senen)...

Leave a Reply