Airbus A340, Si Empat Mesin Berumur Pendek…

Airbus A340

Yeah… Bila melihat nasip Airbus A340 series memang cukup tragis dibandingkan dengan pesawat penumpang dari jajaran Airbus yang lain… Airbus A340 dilauncing pada tahun 1987 yang pertempat di Toulouse, Perancis… Pesawat berbadan lebar (wide body) mempunyai cirikhas yaitu memakai empat mesin, sama seperti Boeing 707 yang telah lama discontinue… Pada awal kemunculannya, A340 langsung melakukan penerbangan yang cukup jauh… A340 langsung digeber dari Bangkok ke New York dengan penerbangan memakan waktu 17 jam non stop (cmiiw)… Penerbangan yang cukup panjang karena memang sejatinya A340 menyasar Ultra Long Haul (ULH) flight… Namun sepertinya ini merupakan awal dari kematian A340…

Kebanyakan maskapai tidak terlalu berminat untuk membuka penerbangan ULH karena biaya yang tidak sedikit… Sehingga cost per seat yang harus dibayar oleh penumpang pun akan membengkak… Ditambah lagi A340 adalah pesawat yang menggunakan 4 mesin, sehingga dalam hal perawatan dan konsumsi bahan bakar akan lebih mahal… Lebih runyamnya lagi, Boeing juga mempunyai 777 yang memiliki bentuk fuselage yang hampir mirip dengan A340… Terutama 777-200 ER ddengan A340-500, boeing lebih memiliki keunggulan karena sudah mengantongi standar ETOPS (Extended Twin-engine Operations)… Standar ETOPS ini merupakan standarisasi untuk pesawat bermesin ganda (bijet), bila salah satu mesin mati masih memungkinkan pesawat untuk terbang dan mencari bandara terdekat dengan jarak maksimum 2 jam penerbangan…

Boeing 777

Dari segi penjualan, A340 benar benar meprihatinkan… Dari tahun 1990an sampai akhirnya stop produksi di tahun 2011, A340 hanya terjual 377 unit, dan sampai saat ini yang masih beroprasi tinggal 331 unit… Berbeda jauh dengan 777 yang saat ini sudah mencapai lebih dari seribu unit… Bahkan Air France yang memiliki home base di negara yang sama dengan Airbus lebih banyak memiliki 777 dari pada A340 :mrgreen: … Selain kalah telak dengan Boeing 777, A340 juga terlalu mirip dengan A330 series dari bentuk fuselage, terutama untuk A340-200 dan A340-300…

Airbus A330 sendiri merupakan pesawat yang cukup digemari banyak maskapai (termasuk Garuda Indonesia juga memilikinya) karena terkenal dengan keiritannya… Kalau dilihat lihat memang bentuk fuselage A340 mirip dengan A330, tentunya hal ini akan membuat maskapai berpikir ulang untuk membeli A340… Tidak selamanya maskapai membeli pesawat yang super power, apalagi ULH flight kurang digemari…

Sepertinya itu yang mendasari kurang diminatinya A340 sehingga akhirnya harus stop produksi diusia yang cukup muda… Terlihat A340 ini serba nanggung, kebanyakan maskapai lebih memilih A330 dari pada A340… Atau malah sekalian 777 yang jelas dari segi perawatan dan konsumsi bahan bakar juga jauh lebih murah… Sepertinya Airbus kurang matang dalam mempertimbangkan peluncuran A340 dengan menggunakan empat mesin ini… Sehingga dari luar (pesaing) dalam hal ini Boeing, mereka kalah dengan 777…

Dan dari dalam (Airbus sendiri), A340 juga termakan A330 yang saat ini sudah dipesan lebih dari 1500 unit… Tidak selamanya pesawat yang super power dan sanggup terbang dalam waktu yang lama akan langsung diminati maskapai… Ada banyak pertimbangan yang selalu mendasari para maskapai untuk membeli sebuah pesawat… Salah satunya yang paling riskan adalah biaya perawatan dan konsumsi bahan bakar yang akan sangat berpengaruh pada cost per seat yang harus dibayar para konsumen… Hasta mañana…

6 Komentar

    • Kawasaki juga memproduksi V2500 Turbofan Engines untuk Pesawat Air Buss A320, dsb
      Kawasaki juga memproduksi fore- and middle-fuselage panels, main landing gear wells and cargo compartment doors untuk Pesawat Boeing 777, dsb
      Kalau tidak percaya kunjungi websitenya http://www.khi.co.jp
      Kawasaki memang jauh berbeda daripada merk Honda, Yamaha, Suzuki, Toyota, Nissan, dsb…………….

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Airbus A350-1000 XWB Versus Boeing 777X...
  2. Airbus A380 Plus, Wingletnya Sesuatu Banget... - Ardiantoyugo

Tinggalkan Balasan