Pertemuan Generasi Tahun Ehe dengan Generasi Abad 21…

Bapak dengan Simbah Pakde...

beda generasi

Yeah… beberapa waktu lalu saya melakukan silaturahmu pergi ke rumah Mbah Pakde… Yap, Mbah Pakde saya menyebutnya karena merupakan kakak dari simbah saya… Biasanya sih kesini cuman kalau lebaran :mrgreen: , tapi kemarin kesini dalam rangka mengantar bapak yang mau bareng bareng ada acara di Jakarta… Lama ga kesini, melihat saya pangling katanya sambil tertawa lepas… Simbah yang sudah tua dan lucu dengan rambut yang tinggal sedikit plus hanya mengenakan kaos sporot dan celana kolor…

Berhubung pangling maka diajak ngobrolo sama simbah pakde… Entah awalnya ngobrol apa saya sendiri lupa, pada akhrinya diceritai pada jaman dulu jamannya Nabi Muhammad… Kata simbah pakde, dulu Muhammad kedatangan tamu bernama Ajisaka… Entah dalam rangka apa Ajisaka bertama ketempatnya Muhammad (saya ga begitu mudeng ceritanya)… Tapi setelah urusan selesai Ajisaka pun pulang…

Namun Nabi Muhammad menyadari kalau senjata Ajisaka tertinggal dan menyuruh orang untuk mengembalikannya kepada Ajisaka dan yang menerima harus Ajisaka sendiri… Begitu pulsa dengan Ajisaka, sesampainya dirumah, dia baru menyadari kalau senjatanya tertinggal dirumah Muhammad… Ajisaka pun menyuruh utusan untuk mengambil senjatanya…

Didalam perjalanan, kedua utusan tersebut bertemu… Utusan Ajisaka meminta senjata Ajisaka, namun utusan Muhammad tidak mau menyerahkannya karena terikat pesan kalau yang menerima harus Ajisaka… Hono, entah nama ini utusannya Ajisaka atau Muhammad, saya agak bingun mendengarkannya :mrgreen: … Begitu dapat mengikuti alur cerita lagi sudah dimulai perang… Entah perang anatar Ajisaka atau Muhammad atau bukan, tapi disinyalir iya sih :mrgreen:

Lalu simbah pakde mengaitkannya dengan aksara jawa Ha Na Ca Ra Ka… Itu ada artinya, tapi saya ga begitu ngerti dan dapat mencerna dengan baik ceritanya… Yang cukup jelas adalah Ma Ga Ba Ta Nga, itu artinya cuman tinggal bangkainya… Akibat peperangan tadi tuh… Sampai simbah Pakde mengaitkannya lagi kalau ada aksara 30 Muhammad dan aksara 20 Ajisaka… Ini saya juga ga mudeng lagi :mrgreen:

Bapak dengan Simbah Pakde...
Bapak dengan Simbah Pakde…

Selanjutnya Simbah Pakde menunjukan kebolehannya… Simbah Pakde menunjukan kalau bisa menebak pada Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal berapa dan pasarannya apa… Pasarannya yang dimaksut adalah hari dalam Jawa yang terdiri dari Pon, Wage, Kliwon, Legi Pahing… Masih dengan senyum senyum lucunya Simbah Pakde menghitung sambil bilang bilang, Jumadil akhir, Ehe limo (5), Je pitu (7) dal papat (4)… Dan saya cuman bengong ga mudeng… Yang saya tahu Ehe itu adalah tahun jawa kuno kalau tidak salah…

Dengan mengitung diluar kepala tersebut Simbah Pakde tahu kalau tahun ini Hari Raya Idul Fitri jatuh pada tanggal berapa plus harinya apa (dengan kalender jawa tentunya)… Simbah Pakde mengatakan kalau kalender tahun yang dipakai adalah kelender windu dan hitung hitungan seperti ini didapat dari turun temurun…

Dalam menghitung tadi yang saya heran tidak menggunakan alat hitung sama sekali… Jangankan jari jemarinya, bergerak menghitung pun tidak… Hanya awangan saja dan ketemu hasilnya kurang dari satu menit 😯 … Perlu angkat topi akan hal ini, sementara saya menentukan pasaran apa, hari apa, tanggal berapa musti download aplikasi dulu di playstore, itu juga kalau pun ada…

Diusianya yang mungkin sudah lebih dari 90 tahun, estimasi dari simbah saya meninggal pada usia 83an tahun, apa lagi ini kakaknya pasti lebih tua… Simbah Pakde masih bisa menulis dan membaca tanpa menggunakan kacamata dengan lancar tanpa hambatan… Sementara saya di usia 17 tahun lebih dikit ( :mrgreen: ) sudah menggunakan katamata minus…

Simbah Pakde juga bercerita kalau dulu sekolah cuman sampai SD, sementara saudaranya yang lain tidak tamat SD (termasuk simbah saya)… Bercerita kalau dulu sekolah di Sentolo, sementara rumahnya di Sanggrahan, jaraknya kurang lebih mungkin 15an km ada, dan hanya jalan kaki… Sampai bercerita pernah digampar gurunya sampai membekas merah dipipi… Waktu itu Simbah Pakde lagi meriang, sampe rumah justru malah sembuh meriangnya :mrgreen:

Yap, seperti itulah silaturahmi kemarin… Sebenernya masih menarik, tapi sudah berkumandang Adzan magrib… Kemudian berpamitan pulang dan bapak dan lainnya pun berangkat ke Jakarta… Kalau ceritanya salah ya maklum saja, saya bener bener susah mencerna ceritanya… Oiya, itu foto blur semua karena HP saya telah mengalami emergency landing beberapa waktu lalau :mrgreen: … Ciao…

17 Comments

  1. ooo itu cerita asal usul aksara jawa honocoroko tho… pernah dengar juga, tp sedikit beda dari cerita di atas 😀

  2. Kalau sipencerita ga ngerti, gimana si pembaca bisa ngerti #pembelaan diri karena gagal paham.

    tapi, salut juga sama si pakde. Btw, ada minta resep ga, kenapa si simbah Pakde bisa menghitung begitu cepat? #patutdiketahui. 🙂

1 Trackback / Pingback

  1. Salah Satu Ciri-Ciri Oli Enduro Asli Pertamina... - Ardiantoyugo

Leave a Reply