[Review] Pemakaian Helm KBC V-Euro dalam Kondisi Panas Terik…

Sistem penguncian Double D-Rings...

Helm KBC (1)

Yeah… Setelah beberapa lama diunboxing dan diseimpan di bawah meja :mrgreen: , akhirnya baru belakangan ini memakainya… KBC V-Euro warna dasar hitam dengan grafis merah biru dan putih kiriman dari Jakarta… Helm ini memang lagi naik daun belakangan ini karena kelebihan yang dimilikinya… Antara lain pinlock ready sampe penggunaan penguncian double D-rings… Sistem penguncian Double D-Rings sendiri memang dikenal lebih safety dari pada penguncian quick release (model klik), bahkan para pembalap moto gp helmnya menggunakan penguncian Double D-rings 😎 …

Langsung saja mencoba pertama kali helm yang asalnya dari Eropa ini (tapi sepertinya sudah di ckd :mrgreen:)… Penggunaan Double D-rings ternyata tidak terlalu ribet kok, besok akan saya share caranya… Helm ini berukuran L yang pas dikepala saya, tidak terasa sakit ataupun kelonggaran…

Sistem penguncian Double D-Rings...
Sistem penguncian Double D-Rings…

Langsung saja buat riding dari Kota Wates menuju kota Jogjakarta yang jaraknya sekitar 35an km… Riding pas lagi panas terik sekitar jam 10an… Baru riding sekitar 10an km sudah terasa sumpek, walagh… Ternyata lupa ventilasi helmnya belum saya buka :mrgreen: … Ventilasi helm KBC ini ada tiga, satu dibagian depan (mulut) dan dua dibagian atas depan…

Setelah membuka semua ventilasi dilanjutkan riding lagi dengan kecepatan konstan sekitar 80an km/jam… Setelah ventilasi ketiga tiganya terbuka ternyata tidak terlalu banyak membantu… Keringat masih mengucur dimuka, di dalam helm masih terlalu pengap… Akhirnya saya membuka kaca sedikit keatas agar ada aliran angin yang masuk kedalam… Dan benar saya, setelah saya buka kaca sedikit terasa lebih enak dan tidak pengap lagi… Keringat pun mulai berkurang… Tapi debu debu jalanan juga sedikit terbawa masuk kedalam… Dilematis memang, tapi mau gimana lagi masak mau mandi sauna ala helm 😆 …

Untuk pemakaian riding di siang hari yang panas terik memang ventilasi helm ini terasa kurang memadai… Kalau untuk rasa memakainya helm ini sangat nyaman dipakai… Busa yang digunakan cukup lembut dikulit kepala terutama pada bagian pipi… Kualitas kacanya juga jernih, pandangan tidak kabur dan pecah… Dan helmnya pun terasa ringan, tidak membuat pegal pada bagian leher… Hal tersebut yang saya sukai, helm full face dengan bobot yang tergolong ringan memang biasanya menjadi bahan pertimbangan sebelum membelinya… Last, hanya itu dulu yang dapat saya bagi… Untuk dipakai dalam keadaan cuaca mendung atau pun hujan belum saya coba, jujur saja saya masih memakai helm KYT untuk harian… Ciao…

18 Comments

  1. nek menurutku malah ventilasi sing nduwur keroso silir og
    mungkin nganggone rodo gak pas dadi malah ketutup soko njero ventilasine

    • kebetulan punya dua2nya, ademan RC7, tapi lebih ringan dan lebih nyaman busa KBC.
      Sekarang harian pake KBC, chin guard dilepas (dipasang kalo touring/perjalanan agak jauh), kalo macet/lampu merah buka visor, mayan ga gerah.

Leave a Reply