Kopdar Sekaligus Rapat di WD Garage…

Koboys nyate (1)

Yeah… Disaat bulan waxing gibbous malu malu menunjukkan sinarnya gara gara tertutup awan, kemarin malem di WD Garage diadakan acara nyate besama… Acara nyate yang merupakan acara lanjutan dari malam sebelumnya yang kedatangan Om Aluvimoto… Saya sendiri meluncur dari Terminal Giwangan setelah selesai bertugas sebagai tukang ojek freelance… Selepas maghrib maru meluncur dari Giwangan, melibas kemacetan Kota Jogja yang masih dalam suasana Takbir Idul Adha…

Empat puluh lima menit kemudian saya sudah sampe di WD Garage, rupanya disana sudah ada para kru KARS TV yang sudah datang satu jam yang lalu… Nyante nyante dulu dan rapat kecil kecilan untuk membahas sebuah video yang rencananya akan diluncurkan pada tanggal 10 Oktober mendatang…

Rapat yang tidak terlalu serius, dan memang dibuat tidak serius… Kalau dibuat serius dipastikan tetap saja tidak bisa serius, itulah seninya 😆 … Sehabis rapat langsung persiapan nyate, ternyata Om Horee ready stock daging kambing banyak banget… Langsung saja persiapan bara api… Tiba tiba saja teringat status Mbah Nuno DeJambrong beberapa waktu lali dimedia sosial yang sebenarnya kutipan dari quotes Mbah Sapardi Djoko Damono dalam Hujan Bulan Juni (cmiiw)…

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu…

Berhubung kita Koboys Junior semuanya lagi lapar level Kumbokarni, maka bakaran sate setumpuk kloter pertama langsung habis hanya dalam waktu kurang dari lima menit 😆 … Langsung datang lagi setumpuk sate yang sebelumnya telah diracik istri Om Horee… Bakar lagi, rupanya aroma harum sate kambing membuat Sahabat WD pada kelaparan lagi, padahal belum ada setengah jam 😯 …

Entah sampe berapa tusuk sate yang hanya menyisakan tusuknya saja, tupun masih saja diteruskan bakar lagi… Ternyata duo penggermar Doraemon kakak beradik jadi jadian masih kuat saja melahap setusuk demi setusuk 😆 … Dan sampe rumahpun masih cerita di grup WhatsApp kalau langsung menghabiskan seplastik besak bakso 😯 …

Jalan propinsi yang terpantau dari atas gedung WD Garage sudah mulai sepi, lampu lampu toko sebelah juga sudah dimatikan… Hanya lampu jalanan yang bersinar menerangi big truck buangan dari Pantura… Kami pun pamit pulang dengan perut kenyang dan keadaan tenang…

28 Comments

Leave a Reply