Oh Revo AT, Riwayatmu Kini…

Revo AT sebenarnya merupakan produk baru dengan spesifikasi baru yang disuguhkan Honda untuk masyarakat Indonesia. Namun nampaknya tidak mendapat respon yang bagus. Motor yang mengusung mesin dengan teknologi injeksi dan CV matic ini sebenarnya dapat menjadi pilihan bagi para komuter muda terutama kaum wanita. Sebenarnya bagi para penyuka motor matic namun tidak terbiasa dengan rem belakang diopresikan dengan tangan, ini dapat dijadikan sebagai pilihan yang tepat.

Akan tetapi, masyarakat membeli motor matic lebih karena adanya dek yang lebar sehingga dapat membawa barang bawaan lebih banyak. Dan memilih motor bebek yangb bertransmisi semi otomatis kerena sudah terbiasa kalau menggunakan bebek harus menaikkan gigi untuk menambah kecepatan. Dan kalau kata temen saya ketika saya tanya, “Mengapa tidak membeli Revo AT, kan nggak perlu repot-repot nambahin gigi?” Dia menjawab dengan entengnya, “Justru asyiknya naik bebek ketika nambahin gigi itu…”. Nah Lo….

 

Mungkin kata temen saya tadi ada benarnya juga. Kalau naik bebek nggak nambahin gigi nggak asik Bro… Kalau ingin mesin matic ya beli motor matic aja sekalian. Masalah rem belakang yang tidak terbiasa lama-lama juga akan terbiasa.

Mungkin hal tersebut yang membuat Revo AT tidak terlalu dipandang. Di Jogja saja saya baru ketemu satu kali, yaitu di Jl. Bantul (weleh-weleh…). Sebenarnya promosi yang dilakukan juga sudah begitu banyak. Bahkan di Pasar Klithikan pun menjadi tempat promosi motor tersebut. Namun sayangnya nggak ada yang tertarik, petugasnya pun hanya duduk-duduk disebelah motor (Mesakke tenan…).

 

Nampaknya hal ini dapat dijadikan pelajaran bagi Yamaha untuk menahan dulu Yamaha Lexam. Jangan sampai nasibnya kaya nih motor, bener-bener turut prihatin dah gue…

 

Berikut adalah sepesifikasinya: Monggo ditonton

Tipe mesin

System pendinginan

Diameter X langkah

Volume langkah

Perbandingan kompresi

Daya maksimum

Torsi maksimum

Kopling

Starter

Busi

Kapasitas tangki bahan bakar

Kapasitas oli mesin

Transmisi

Aki

System pengapian

Panjang X lebar X tinggi (mm)

Jarak sumbu roda

Jarak terendah ketanah

Berat kosong

Tipe rangka

Tipe suspensi depan

Tipe suspense belakang

Ukuran ban depan

Ukuran ban belakang

Rem depan

Rem belakang

4 langkah, SOHC

Pendingin udara dan oli

50 X 55,6

109,1cc

9,0:1

7,58PS/8000rpm

0,81kgf.m/5000rpm

Otomatis sentrifugal, tipe basah

Pedal dan elektrik

ND U20EPR9S, NGK CPR6EA-9S

3,7 liter

1 liter pada pergantian periodic

CV Matic

MF 12V-3,0 Ah

Full Transisterized Battery

1.963 X 712 X 1.077

1.252 mm

136 mm

107 kg

Tulang punggung

Teleskopik

Lengan ayun dengan sokbreker ganda

70/90 – 17 M/C 38P

80/90 – 17 M/C 44P

Cakram hidrolik, dengan piston tunggal

Tromol

 

16 Comments

  1. saya rasa bagus, jualan jangan hanya mau laku dan untung segera, publik juga harus di edukasi tentang suatu teknologi baru, pun beresiko tidak laku.

    salut buat negeri gajah putih, regulasi r2 sudah diarahkan untuk yang ramah lingkungan, antinya malah semua produk r2 harus berteknologi pgmfi macem revo at ini.

    so… ubahlah cara pandang!

  2. Ini sih emang resiko produk ‘kawin silang’, yg sering kehilangan jati dirinya. Kurang lbh itulah sebabnya. Coba lht aja, dibilang matic tapi body bebek, dibilang bebek tapi gak punya gigi, eh… bebek beneran punya gigi gak ya? hehehe…
    Di Indonesia yg masih banyak banget orang awamnya, mending jgn keluarin produk yg gak lazim atau yg aneh2 kalo jualannya mau laku. Inilah salah satu contohnya. Seperti kasus Nouvo & Skywave yg pake shock belakang double, jadi gak gitu laris kan penjualannya, karena skutik2 lain pake shock belakangnya cuma satu, hihihi… bener gak sih??? 😉

  3. di bdg cuma pernah lihat di dealer, belum pernah lihat yg make…..mungkin harganya yg terlalu tinggi dan fiturnya terlalu canggih, coba kalo pake karbu dan velg biasa mungkin bisa mangkas harga 2jt.
    sebenarnya kasian juga ya, nasibnya lebih parah daripada supra injeksi.

Leave a Reply